Pembangunan Tol Trans Sumatera di Tengah Pandemi

Proyek jalan tol Trans Sumatera adalah salah satu proyek prestisius dari program presiden Joko Widodo diharapkan dengan adanya tol Trans Sumatera ini akan lebih mempermudah koniktivitas dan membuat lalu lintas logistic menjadi lebih efisien sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktifitas nasional.

Tol ini rencananya akan dibangun sepanjang 2.818 km dan per oktober 2020 sudah beroperasi sepanjang 513KM dan saat ini sedang dalam tahap pengerjaan untuk 643Km yang mana targetnya selesai pada akhir tahun 2022.

Dalam proses pengerjaan jalan tol menggunakan teknologi perkuatan tanah karena mengingat mayoritas wilayah Indonesia ini adalah jenis tanah lunak, sehingga harus dilakukan perkuatan sebelum akhirnya dibangun jalan tol, hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya jalan ambles akibat menurunya tanah dasar.

Untuk proses perkuatan konstruksi tanah dasar maka digunakan material geosintetik yang salah satunya adalah geotextile woven. Secara fisik sekilas material ini berbentuk lembaran yang terdiri dari anyaman seperti karung beras, namun material ini memiliki kuat tarik yang jauh lebih kuat dari karung beras.

Geotextile ini memiliki fungsi sebagai separator, stabilisator, dan sekaligus filtrasi dimana geotextile woven ini di gelar diatas permukaan tanah lunak yang kemudian akan ditimbun dengan agregat. Geotextile ini akan menyebarkan beban secara merata sehingga permukaan tanah menjadi stabil dan memperkecil resiko terjadinya penurunan tanah.

Sebagai separator geotextile ini memisahkan antara tanah lunak dengan tanah perkerasan namun tidak menghalangi jalannya aliran air sehingga dengan adanya geotextile ini air dapat tetap mengalir tanpa membawa partikel dari tanah perkuatan itulah yang disebut degan fungsi filtrasi.

Selain geotextile proyek ini juga menggunakan teknil lain dalam memperkuat tanah dasar, karena memang tidak setiap tanah lunak dapat diperkuat hanya menggunakan geotextile, ada yang perlu menggunakan Prefabricated Vertical Drain (PVD) ada juga jenis tanah yang diperkuat dengan geocomposite atau kombinasi lebih dari satu material geosintetik.

Baca Juga : Metode Pemasangan Geomembrane Yang Tepat

Jalan tol ini rencananya akan membentang mulai dari Bakauheni hingga ke Aceh sehingga nantinya perjalanan darat antar kota di pulau Sumatera dapat ditempuh dengan waktu yang lebih cepat. Untuk mewujudkan hal tersebut PT Hutama Karya selaku kontraktor tetap melanjutkan pembangunan meski ditengah pandemi Covid 19 dan diharapkan pengerjaan seluruhnya tidak akan terlambat terlalu lama akibat pandemi ini.

Baca Juga : Apa itu Geomembrane HDPE dan Bagaimana Fungsinya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *