6 Fakta tentang Media Sosial yang Remaja Harus Tahu

Selamat tiba di dunia anak muda masa saat ini: dunia dimana media sosial nampak begitu menggoda. Hiburan serta data berpadu dengan pertemanan–dan mungkin- asmara, membuat seluruh perihal seakan dapat dikendalikan dari genggaman. Tidak terdapat lagi kata bosan, ketinggalan jaman, tidak memiliki sahabat, sebab media sosial menawarkan seluruhnya. Pasti saja, perihal ini

membuat Kamu bagaikan orang tua takut anak muda sangat asik dengan dunia maya sampai tidak memperoleh cerminan tentang dunia yang sesungguhnya.

Sementara itu, menjauhkan anak dari media sosial jelas tidak bisa jadi sedangkan kakek neneknya saja memiliki Facebook. Mengawasi anak 24 jam terdengar tidak realistis, begitu pula menghalangi pemakaian gadget bila mereka telah mempunyai ponsel sendiri. Lagipula, media sosial tidak selamanya negatif, bergantung dari gimana metode anak muda memakainya. Sebab itu, lebih bijak rasanya bila Kamu membekali anak muda terlebih dulu dengan data dasar menimpa media sosial saat sebelum mereka lebih fasih memakainya daripada Kamu.

Pengetahuan teknis tentang pemakaian media sosial secara bijak buat anak sesungguhnya dapat diperoleh dengan gampang di internet, tercantum panduan berupa e- booklet, serta data yang didapat lewat kelas online serta seminar. Sayangnya, orang tua terkadang kurang ingat menarangkan tentang apa itu media sosial, kenapa dia begitu sulit dilepaskan dari kehidupan tiap hari( bisa jadi Kamu pula!), serta kenapa sangat lama bermedia sosial dapat membahayakan.

Sebab itu, berikut ini data dasar yang hendaknya Kamu diskusikan saat sebelum berikan anak lampu hijau buat mempunyai account media sosial sendiri:

 

1. Media sosial tidak menampakkan hidup orang yang sebenarnya

Orang dapat memilah mau menampilkan sisi apa dari dirinya serta menyembunyikan sisianya. Jadi, pahamkan anak muda supaya tidak gampang iri serta tidak yakin diri cuma sebab temannya nampak lebih baik. Sebab itu, pakai media sosial seperlunya serta memperbanyak kegiatan raga.

2. Umur pengguna minimun 13 tahun

Kenapa? Sebab riset meyakinkan kalau diperlukan 12 tahun untuk seseorang anak buat menyempurnakan logika berpikirnya. Di dasar umur 12 tahun, susah untuk seseorang anak buat menguasai akibat dari keputusan yang dia ambil untuk dirinya serta orang lain, baik secara online ataupun secara nyata. Jadi, jangan sebab anak telah mahir mengoperasikan gadget lalu  instagram influencer   Kamu dengan mudahnya membuatkan account media sosial dengan metode memanipulasi umur anak. Tidak hanya mengarahkan anak kalau berbohong itu tidak permasalahan, Kamu pula secara tidak langsung menghadapkan anak muda pada resiko cyberbullying serta pelecehan intim.

3. Anak wajib berjaga- jaga dalam memberikan informasi

Kabar apapun yang dibagikan, baik itu informasi individu, gambar, tulisan, hendak mempunyai jejak digital yang tidak dapat dihapus. Anak muda dapat beralasan kalau dia mempunyai account privat, tetapi bukan tidak bisa jadi temannya melaksanakan cuplikan layar( screenshot) serta menyebarkannya di luar bundaran pertemanan sang anak. Jadi, lebih baik berpikir ulang saat sebelum mengunggah suatu serta menjauhi menjelekkan orang lain lewat media sosial.

4. Jangan gampang yakin orang asing di media sosial

Walaupun anak muda dengan umur lebih matang( misal SMA) sepatutnya dapat berpikir lebih logis daripada anak muda umur SD ataupun SMP, tetapi bagian otak anak muda yang berfungsi dalam pengambilan keputusan masih belum tercipta sempurna. Sebab itu, terdapat baiknya orang tua tidak letih menegaskan anak buat senantiasa berjaga- jaga dalam menjawab orang baru yang mereka tahu di dunia maya sebab data di dunia maya dapat dipalsukan.

5. Dapat memunculkan adiksi/ kecanduan

Mark D Griffiths, Ph. D, psikolog di Trent University, melaksanakan beberapa riset mengatakan alibi kenapa orang dapat sangat menyayangi media sosial.

Awal, media sosial sanggup menghasilkan sense of belonging ataupun perasaan memilki. Untuk anak muda, sense of belonging ini timbul kala dia mempunyai komunitas di media sosial, begitu pula dengan sahabat ataupun orang lain yang mempunyai kesamaan. Lewat media sosial, anak muda memperoleh bukti diri yang bisa jadi tidak langsung ditemuinya di dalam kehidupan nyata.

Kedua, media sosial membagikan peluang penggunanya buat menghasilkan image semacam yang diinginkannya. Bila anak muda tidak puas dengan dirinya, dia dapat menampilkan sisi dirinya yang diinginkannya di dunia maya. Sebab itu, anak muda dapat ketagihan berhubungan di media sosial terlebih bila orang meresponnya lebih positif di situ.

6. Media sosial dapat membahagiakan, tetapi pula dapat menghancurkan

Sebab seringnya media sosial serta pertemanan anak muda di dunia nyata berhubungan, peringatkan anak hendak bahayanya mengunggah konten negatif sebab bisa pengaruhi relasinya dengan sahabatnya di sekolah. Bukan tidak bisa jadi, aksi yang membahayakan dapat viral serta membuat anak berurusan dengan hukum. Supaya anak bisa lebih smart dalam bermedia sosial, baca postingan ini.

Mudah- mudahan, anak muda kita dapat memakai media sosial dengan bijak, ya!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *